Cerita Pendek Perjuangan
Perjuangan ditengah UN
Namaku Agry Siregar, umurku baru 17 tahun, saya duduk di bangku
sekolahan MAN Islam di Semarang, sekarang saya kelas XII IPS 3. Selama dua
tahun aku termasuk siswa yang aktif dalam sekolah, kegiatan sekolah sering kali
aku mengikutinya seperti : exstrakurikuler, pramuka dll. Saya juga dapat suport
sebagian guru karena kerajinanku. Bagiku jadi orang yang aktif dalam berbagai
bidang adalah suatu hal yang kecil untuk mempelajari dunia ini, karena banyak
orang yang mengenalku disini, dan saya menpunyai banyak teman karena berbagai
kegiatan yang aku ikuti. Senang rasanya mempunyai banyak teman karena saya bisa
menemukan banyak cerita, suku, budaya dll. Saya juga bisa bertukar pikiran dari
mereka yang mempunyai kelebihan sendiri – sendiri.
Selama dua tahun menjadi siswa yang aktif pastinya banyak cerita
serta pengalaman yang luar biasa. Tiba saatnya aku naik menjadi kelas 3, yang
jauh dari kegiatan – kegitan kesukaanku, aku harus berpisah dari semua itu
karena aku harus terfokuskan dengan Ujian Nasional. Yang aku hadapi sat ini
adlah buku, soal, belajar dan belajar.
Dua bulan lagi sekolahan
mengadakan adat istiadat Ujian Nasional yang seragam dengan sekolahan lain,
sebelum mengadakan adat istiadatnya sekolahanku menyambut dengan menguji para
siswa – siswinya dengan mengadakan Try Out. Dan hari ini adalah Try Out ke-3
sekolahan kami.
Hari – hari sebelumnya aku mempunyai harapan kalu aku menjadi
peringkat pertama di try Out ke-3 ini karena saya yakin dan mungkin saya mampu,
segala persiapan saya siapkan dengan maksimal belajar aku lebih giatkan lagi,
siang dianggap perjuangan malam dianggap siang. Semua ini aku taruhkan untuk
mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah hari ini terjadi yang ada bukan
semangat melainkan meleleh seperti lilin, keadaanku menjadi tidak enak saya
merasakan kalau saya sakit.
Try Out hari pertama aku paksakan untuk ikut, meskipun sakit aku
terjang, keyakinanku masih ada dalam benak ini saya yakin bahwa saya bisa
menjadi peringkat pertama untuk Try Out ini. Semangatku mengerjakan soal masih
ada di depan. Setelah selesai saya yakin akan mendapat hasil yang memuaskan.
Bell pualang ditunjukkan untuk siswa yang ingin pulang sekolah.
Setelah saya mendengar bell tersebut saya lanjutkan untuk pulang kerumah
setelah sampai dirumah saya di ajak ibu saya untuk kedokter. Rasa was – was
tumbuh dalam batin ini saya takut terkena sakit yang tidak – tidak. Setelah
diperiksa oleh dokter ternyata saya hanya sakit herves, keputusan tersebut
mampu menenangkanku. Ternyata hanya sakit ringan.
Hari kedua Try Out saya bangun lebih pagi dari biasanya, aku terus
beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan ini sebelum beraktifitas.
Setelah mandi aku langsung menunaikan ibadah shalat shubuh berjamaah di masjid
dekat rumah sya bersama keluarga saya berangkat. Tenang dalam hati apabila
kewajiban telah dilaksanakan.
Jam menunjukkan pukul lima saya mulai siap – siap untuk berangkat
ke sekolah disaat aku bersiap – siap saya melihat bintul – bintul di tanganku.
Setelah aku mengetahui bintul – bintul tersebut saya langsung memanggil –
manggil kedua orang tuaku untuk memberi tahunya. Aku takut seketika. Kata orang
tuaku ini efek dari penyakitku. Aku menangis panjang, karena tidak kuasa.
Karena hari ini adalah Try Out saya terpaksa mau tidak mau harus
berangkat, saya tidak terfokuskan dalam mengerjakan karena hantu penyakit ini
menghantui seketika. Menangis berkali – kali saya kerjakan. Kesakitan, mengadu
kepada sang kuasa saya ucapkan seketikan.
Ya allah sakit .... “ jerit ini dalam luka sambil menangis”
Ya allah mana janjiku untuk menjadi juara pertama...
Ya allah semua ini sakit
Ya allah kenapa engkau tega
memberikan cobaan ini
Ya allah.
Setelah
pulang sekolah aku mengadu kepada kedua orang tua ku
Ma, pa saya pengen mengundurkan diri untuk sekolah, saya tidak mau
sekolah terus – terusan sakit seperti ini. pintaku
Anak ku kok bilang seperti ini to jawab papa
Tapi pa semua ini sakit yang dalam
Saya tahu sayang tapi tinggal berapa hari lagi kamu sekolah jawab
mama
Tapi saya sudah tidak kuat lagi ma pa,..
Kami terdaiam beberapa saat
Setelah itu papa ambil bicara jika itu maumu nak papa dan mama
masih berpikir kamu sekolah dulu ya
Hari ketiga saya Try Out kelasku sangat rame sekali terdengar dari
luar kelas, sampai akirnya saya masuk, terlontar pertanyaan dari satu teman
akrabku
Ry pa benar kamu mau keluar sekolah, akmi dengar – dengar kamu mau
keluar sekolah, kenapa keluar sekolah hanya kuran satu titik saja kamu mau
menyerah begitu saja, mana angry yang aku kenal selama ini, yang selalu
berjuang di medan perang.
Setelah temanku bertanya seiisi ruangan terdiam seketika.
Aku tidak kuat lagi sekolah dengan keadaanku seperti ini teman.
Tapi aku yakin anry bisa. Kita masuk sekolah bareng – bareng kita
harus keluar bareng – bareng angry.
Tapi aku sakit.
Jangan kau jadikan sakit itu alasanmu, saya yakin angry bisa. Angry
aku mohon kamu pasti bisa,..
Entar aku pertimbangkan lagi
Jam istirahat aku ingin shalat dhuha aku ingin semua ini ada
jawabannya, setelah aku shalat aku berganti perubahan selama ini saya menangkap
semua bisikan teman saya. Saya pasti bisa, saya tidak akan membuat kecewa orang
tuaku saya pasti bisa dan lulus. Setelah pulang sekolah saya akan bicara sama
papa dan mama kalau aku tidak jadi keluar sekolah.
SEMANGAT ANGRY PASTI BISA LULUS MESKIPUN SEKARANG SAKIT PASTI BESOK
SEMBUH ANGRY SEMANGAAAAT,..
0 komentar: